Kasihilah Musuhmu

Lukas 6:27-36

Manusia diciptakan dari bahan baku KASIH, yaitu kasih-Nya Tuhan yang telah membentuk manusia melalui hembusan nafas-Nya yang membawa kehidupan bagi kita. Kasih membawa manusia sebagai ciptaan yang sungguh amat baik, demikian firman Tuhan katakan dalam Kejadian 1:31. Kasih adalah karakter ilahi yang ditaruh Tuhan dalam diri manusia, agar dapat hidup berdampingan harmonis dengan sesamanya maupun ciptaan yang lain.

Namun rayuan Iblis dalam rupa ular di taman Firdaus, telah memporakporandakan segala kebaikan kasih yang ada dalam diri manusia. Manusia masih bisa menunjukkan kasih tapi punya kecenderungan pada sesamanya yang dianggapnya memiliki hubungan baik dengan dirinya. Manusia masih mampu mengasihi keluarganya, sahabatnya, tetangganya, atau siapapun juga sepanjang tidak mengganggu ego dan kepentingannya. Namun sebaliknya, manusia sulit untuk mengasihi orang lain yang dianggap merintangi, menghambat, menyinggung, semua yang secara harfiah dianggap sebagai musuh.

Bacaan Firman Tuhan hari ini (ayat 27-30) jelas menyatakan bahwa manusia wajib mengasihi sesamanya termasuk musuhnya. Mengapa demikian? Karena mengasihi musuh adalah ciri khas yang menjadi pembeda antara anak-anak Allah dengan anak-anak dunia. Bahkan Tuhan Yesus katakan, jika kita hanya mengasihi orang yang mengasihi kita, jika kita hanya berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kita, apa bedanya kita dengan orang dunia? Karena perbuatan yang sama juga dapat dilakukan oleh orang berdosa yang tidak mengenal Allah (ayat 32-34). Maka sebagai anak-anak Allah Yang Mahatinggi, Tuhan Yesus memerintahkan orang percaya untuk mengasihi musuhnya, untuk berbuat baik kepada musuhnya, sebagaimana Allah sendiri memberikan teladan-Nya dengan mengasihi semua manusia. Tidak hanya yang saleh dan berkenan kepada-Nya, Allah pun menunjukkan kebaikannya terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat (ayat 35).

Mengasihi semua orang termasuk pada musuh kita adalah tuntutan Tuhan Yesus pada semua orang percaya. Pengikut Kristus haruslah murah hati, sama seperti Bapa di sorga adalah Pribadi yang murah hati (ayat 36).

Sudahkah KITA mengasihi musuh hari ini?